Rabu, 24 Desember 2014

Mekanisme Tersedak



Nama : Imas Nur Solehah
NIM  : G1D014016

MAKAN SAMBIL BICARA MENYEBABKAN TERSEDAK

          Jika kita mendengar kata ‘ngerumpi’ pasti sudah sangat bising ditelinga kita. Kita mendapati hoby ngerumpi ini tak kenal tempat dan tak kenal waktu. Bahkan banyak dijumpai pada jamuan makan hoby ngerumpi ini. Padahal adab makan telah diketahui oleh banyak orang. Apalagi sebagai orang Indonesia yang kental sekali dengan budaya sopan santun tentunya adab makan sudah membudidaya diperilaku. Adab makan ini diantaranya makan tidak boleh sambil berdiri, makan pakai tangan kanan, makan tidak boleh sambil bicara. Semua adab tersebut diajarkan tidak hanya sebagai hal yang pantas dilihat. Semua adab tersebut memiliki fungsi yang bermanfaat bagi kesehatan. Makan sambil berbicara merupakan salah satu adab makan yang sangat mempengaruhi kesehatan.
Ketika makan dibarengi dengan bicara maka sistem organ dalam tubuh kita bekerja 2 sistem sekaligus secara bersamaan, yaitu sistem pernafasan dan sistem pencernaan. Dimana ketika makan maka ada proses menelan. Ketika menelan secara singkat kita melakukan proses menahan nafas agar bolus atau makanan dapat masuk ke organ yang sesuai yaitu organ pencernaan, namun ketika makan dibarengi dengan berbicara maka bernafas dan menelan akan dilakukan secara bersamaan sehingga menimbulkan tersedak.
          Tersedak adalah gerakan refleks untuk mengeluarkan kembali benda atau makanan yang masuk ke saluran pernapasan. Namun, mekanisme menelan dan bemapas ini telah diatur sedemikian rupa oleh katup epiglottis. Proses menelan ini dibagi menjadi tahap orofaring dan tahap esophagus. Tahap orofaring terdiri dari pemindahan bolus dari mulut melalui faring untuk masuk ke esophagus. Ketika masuk ke faring, bolus makanan harus diarahkan kedalam esophagus dan dicegah untuk masuk ke lubang-lubang lain yang berhubungan dengan faring.

Dengan kata lain, makanan harus dijaga agar tidak masuk kembali kemulut, masuk kesaluran hidung, atau masuk ke trakea. Semua ini diatur oleh aktifitas-aktifas terkoordinasi berikut : (1) Posisi lidah yang menekan langit-langit menjaga agar makan tidak masuk kembali kemulut sewaktu menelan. (2) Uvula terangkat dan menekan bagian belakang tenggorokan, menutup saluran hidung dari faring sehingga makanan tidak masuk kehidung. (3) Makanan dicegah masuk ketrakea teruatama oleh elevasi laring dan penutupan erat pita suara di pintu masuk laring atau glottis. Bolus juga mendorong suatu lipatan kecil jaringan tulang rawan (epligotis) menutupi glottis sebagai proteksi tambahan agar makanan tidak masuk kesaluran napas. (4) Ketika menelan yang dibebarengi dengan bicara maka epligotis yang bertugas menutup ketika menelan akan terbuka, sehingga bolus akan masuk kesaluran pernafasan yaitu hidung.
          Tersedak memang mekanisme yang tidak terlalu bahaya. Namun itu tergantung dari besar bolus yang menyebabkan tersedak. Banyak kasus kematian yang disebabkan oleh tersedak. Hal ini dikarenakan bolus yang menyumbat saluran pernafasan, jika bolus yang masuk kesaluran pernafasan dan saluran tidak mampu mengeluarkan bolus tersebut maka udara yang seharusnya masuk kesaluran pernafasan akan menghambat menyebabkan rasa tercekik, sehingga terjadi gagal nafas.
          Penyebab tersedak sebenarnya tidak hanya dari makanan, bisa saja benda asing seperti biji buah, coin, atau benda yang berukuran cukup kecil yang mampu masuk kedalam mulut. Peristiwa ini sering dialami oleh bayi dan anak-anak. Ketika mereka menganggap benda tersebut adalah makanan sehingga para bayi dan anak-anak secara refleks menelan benda tersebut. Hal ini sangat fatal bagi mereka, karena akan menyebabkan kematian.
 


Daftar Pustaka
Sherwood, Slonane. 2013. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. ed.6. Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar