Nama : Imas Nur Solehah
NIM : G1D014016
MAKAN
SAMBIL BICARA MENYEBABKAN TERSEDAK
Jika
kita mendengar kata ‘ngerumpi’ pasti sudah sangat bising ditelinga kita. Kita
mendapati hoby ngerumpi ini tak kenal tempat dan tak kenal waktu. Bahkan banyak
dijumpai pada jamuan makan hoby ngerumpi ini. Padahal adab makan telah
diketahui oleh banyak orang. Apalagi sebagai orang Indonesia yang kental sekali
dengan budaya sopan santun tentunya adab makan sudah membudidaya diperilaku.
Adab makan ini diantaranya makan tidak boleh sambil berdiri, makan pakai tangan
kanan, makan tidak boleh sambil bicara. Semua adab tersebut diajarkan tidak
hanya sebagai hal yang pantas dilihat. Semua adab tersebut memiliki fungsi yang
bermanfaat bagi kesehatan. Makan sambil berbicara merupakan salah satu adab
makan yang sangat mempengaruhi kesehatan.
Ketika makan dibarengi dengan bicara
maka sistem organ dalam tubuh kita bekerja 2 sistem sekaligus secara bersamaan,
yaitu sistem pernafasan dan sistem pencernaan. Dimana ketika makan maka ada
proses menelan. Ketika menelan secara singkat kita melakukan proses menahan
nafas agar bolus atau makanan dapat masuk ke organ yang sesuai yaitu organ
pencernaan, namun ketika makan dibarengi dengan berbicara maka bernafas dan
menelan akan dilakukan secara bersamaan sehingga menimbulkan tersedak.
Tersedak adalah gerakan refleks untuk
mengeluarkan kembali benda atau makanan yang masuk ke saluran pernapasan. Namun,
mekanisme menelan dan bemapas ini telah diatur sedemikian rupa oleh katup
epiglottis. Proses menelan ini dibagi menjadi tahap orofaring dan tahap
esophagus. Tahap orofaring terdiri dari pemindahan bolus dari mulut melalui
faring untuk masuk ke esophagus. Ketika masuk ke faring, bolus makanan harus
diarahkan kedalam esophagus dan dicegah untuk masuk ke lubang-lubang lain yang
berhubungan dengan faring.
Dengan kata lain, makanan harus dijaga
agar tidak masuk kembali kemulut, masuk kesaluran hidung, atau masuk ke trakea.
Semua ini diatur oleh aktifitas-aktifas terkoordinasi berikut : (1) Posisi
lidah yang menekan langit-langit menjaga agar makan tidak masuk kembali kemulut
sewaktu menelan. (2) Uvula terangkat dan menekan bagian belakang tenggorokan,
menutup saluran hidung dari faring sehingga makanan tidak masuk kehidung. (3)
Makanan dicegah masuk ketrakea teruatama oleh elevasi laring dan penutupan erat
pita suara di pintu masuk laring atau glottis. Bolus juga mendorong suatu
lipatan kecil jaringan tulang rawan (epligotis) menutupi glottis sebagai
proteksi tambahan agar makanan tidak masuk kesaluran napas. (4) Ketika menelan
yang dibebarengi dengan bicara maka epligotis yang bertugas menutup ketika
menelan akan terbuka, sehingga bolus akan masuk kesaluran pernafasan yaitu
hidung.
Tersedak
memang mekanisme yang tidak terlalu bahaya. Namun itu tergantung dari besar
bolus yang menyebabkan tersedak. Banyak kasus kematian yang disebabkan oleh
tersedak. Hal ini dikarenakan bolus yang menyumbat saluran pernafasan, jika
bolus yang masuk kesaluran pernafasan dan saluran tidak mampu mengeluarkan
bolus tersebut maka udara yang seharusnya masuk kesaluran pernafasan akan
menghambat menyebabkan rasa tercekik, sehingga terjadi gagal nafas.
Penyebab
tersedak sebenarnya tidak hanya dari makanan, bisa saja benda asing seperti
biji buah, coin, atau benda yang berukuran cukup kecil yang mampu masuk kedalam
mulut. Peristiwa ini sering dialami oleh bayi dan anak-anak. Ketika mereka
menganggap benda tersebut adalah makanan sehingga para bayi dan anak-anak
secara refleks menelan benda tersebut. Hal ini sangat fatal bagi mereka, karena
akan menyebabkan kematian.
Daftar Pustaka
Sherwood, Slonane. 2013. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. ed.6. Jakarta : EGC

Tidak ada komentar:
Posting Komentar