Nama : Imas Nur Solehah
NIM : G1D014016
MENGUAP TANDA MENGANTUK?
Ketika kita harus monoton dengan sikap
diam maka yang akan terjadi adalah perasaan bosan. Dengan adanya perasaan bosan
ini maka orang akan melakukan kegiatan yang sekiranya dapat membuang rasa
bosan. Namun jika rasa bosan itu muncul pada saat kondisi dimana kita harus
tetap monoton diam memperhatikan seperti pada saat mendengarkan pelajaran, dan
belajar. Ketika focus menurun untuk memperhatiakan maka akan timbul rasa bosan,
rasa bosan yang tetap dibiarkan maka lama kelamaan kita akan sering menguap.
Menguap pada kebanyakan pendapat orang
merupakan pertanda ingin tidur atau mengantuk. Namun sebenarnya menguap terjadi
karena kekurangan suplai oksigen yamg dibawa oleh darah ke otak. Biasanya mengantuk
ini timbul ketika dalam posisi tidak tegak, seperti disaat duduk. Terkadang
banyak orang yang tidak mengatur posisi duduknya. Ketika kita duduk dalam
posisi yang tidak tegak atau sedikit menunduk maka akan mempengaruhi proses
aliran darah yang akan menuju ke otak. Namun ketika kita dapat memposisikan
duduk kita yang tegak, posisi duduk ini bukan posisi duduk yang kaku, namun
posisi duduk yang rileks, sesekali boleh mengganti posisi duduk menyandar atau
menunduk, namun jangan dilakukan terlalu lama. Hal ini dilakukan agar dapat
memperlancar jalannya aliran darah yang membawa oksigen ke otak, sehingga otak
akan kembali segar.
Ketika kita merasa bosan maka akan
timbul rasa mengantuk lalu akan terjadi menguap. Menguap ini merupakan respon
otak yang kekurangan suplai oksigen. Ketika kekurangan oksigen maka otak
sebagai pusat pengaturan akan mengirimkan pesan bahwa otak sedang mengalami
kekurangan oksigen, sehingga otak memerintahkan untuk menguap. Pada saat kita
menguap rahang kitalah yang bergerak, hal ini dikarenakan otot rahang merupakan
otot yang paling mudah dirangsang oleh otak untuk mendaptkan energy yaitu
berupa suplai oksigen. Selain itu cara tercepat untuk otak agar dapat
mendapatkan oksigen yaitu dengan menggerakan otot rahang, sehingga darah dapat
dipompa dengan normal.
Hanya otak kita yang mengetahui
kecukupan energy yang berupa oksigen yang masuk ke otak. Ketika otak belum
merasa cukup degan oksigen yang telah diberi maka otak akan terus memerintahkan
kita untuk menguap tanpa ada rasa malu. Namun ketika otak telah merasa cukup
dengan suplai oksigen maka kita akan berhenti menguap. Hal inilah yang membuat
kita ketika sedang merasa mengantuk maka untuk melakukan kegiatan berpikir
ataupun mengingat, fungsi otak kita akan menurun dikarenakan otak mengalami
kelelahan yang disebabkan kekurangan energy.
Ketika kita menguap tidak hanya otot
rahang yang bekerja, namun ada otot-otot lain yang ikut serta menunjang, yaitu
semua otot pada tubuh kita mulai dari otot kaki hingga tangan. Dengan
menggerakan otot pada ujung kaki sampai otak lalu merelakskannya, menghembuskan
nafas, menarik nafas, lalu menghembuskannya akan membuat : (1) aliran darah kembali lancar sehingga otak
dapat dialiri oleh darah dengan lancar dan merasa cukup dengan oksigen yang
dibawa oleh darah, (2) memperlancar sirkulasi energy tubuh, (3) meningkatkan
kandungan oksigen dalam tubuh khususnya pada otak, (4) memberikan tenaga pada
otak.
Setelah otak kembali segar dengan
kembali normalnya suplai oksigen dan energy maka otak akan kembali bekerja dengan
baik. Perlu dicatat bahwa dalam bekerja, otak tidak boleh terus menerus, otak
juga perlu istirahat agar fungsi otak tetap stabil tidak mengalami penurunan.
Daftar
Pustaka
Tynan, Bernadette. 2005. Melatih Anak Berpikir Seperti Jenius :
Menemukan dan Mengembangkan Bakat yang Ada pada Setiap Anak. Jakarta :
Gramedia Pustaka Utama
Manis, Hoeda. 2010. Learning is Easy : Tips dan
Panduan Praktis Agar Belajar Jadi Asyik, Efektif, dan Menyenangkan. Jakarta
: Gramedia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar