Kamis, 25 Desember 2014

Mengapa Mengantuk Menyebabkan Menguap?



Nama        : Imas Nur Solehah
NIM           : G1D014016

MENGUAP TANDA MENGANTUK?

          Ketika kita harus monoton dengan sikap diam maka yang akan terjadi adalah perasaan bosan. Dengan adanya perasaan bosan ini maka orang akan melakukan kegiatan yang sekiranya dapat membuang rasa bosan. Namun jika rasa bosan itu muncul pada saat kondisi dimana kita harus tetap monoton diam memperhatikan seperti pada saat mendengarkan pelajaran, dan belajar. Ketika focus menurun untuk memperhatiakan maka akan timbul rasa bosan, rasa bosan yang tetap dibiarkan maka lama kelamaan kita akan sering menguap.
          Menguap pada kebanyakan pendapat orang merupakan pertanda ingin tidur atau mengantuk. Namun sebenarnya menguap terjadi karena kekurangan suplai oksigen yamg dibawa oleh darah ke otak. Biasanya mengantuk ini timbul ketika dalam posisi tidak tegak, seperti disaat duduk. Terkadang banyak orang yang tidak mengatur posisi duduknya. Ketika kita duduk dalam posisi yang tidak tegak atau sedikit menunduk maka akan mempengaruhi proses aliran darah yang akan menuju ke otak. Namun ketika kita dapat memposisikan duduk kita yang tegak, posisi duduk ini bukan posisi duduk yang kaku, namun posisi duduk yang rileks, sesekali boleh mengganti posisi duduk menyandar atau menunduk, namun jangan dilakukan terlalu lama. Hal ini dilakukan agar dapat memperlancar jalannya aliran darah yang membawa oksigen ke otak, sehingga otak akan kembali segar.
          Ketika kita merasa bosan maka akan timbul rasa mengantuk lalu akan terjadi menguap. Menguap ini merupakan respon otak yang kekurangan suplai oksigen. Ketika kekurangan oksigen maka otak sebagai pusat pengaturan akan mengirimkan pesan bahwa otak sedang mengalami kekurangan oksigen, sehingga otak memerintahkan untuk menguap. Pada saat kita menguap rahang kitalah yang bergerak, hal ini dikarenakan otot rahang merupakan otot yang paling mudah dirangsang oleh otak untuk mendaptkan energy yaitu berupa suplai oksigen. Selain itu cara tercepat untuk otak agar dapat mendapatkan oksigen yaitu dengan menggerakan otot rahang, sehingga darah dapat dipompa dengan normal.
          Hanya otak kita yang mengetahui kecukupan energy yang berupa oksigen yang masuk ke otak. Ketika otak belum merasa cukup degan oksigen yang telah diberi maka otak akan terus memerintahkan kita untuk menguap tanpa ada rasa malu. Namun ketika otak telah merasa cukup dengan suplai oksigen maka kita akan berhenti menguap. Hal inilah yang membuat kita ketika sedang merasa mengantuk maka untuk melakukan kegiatan berpikir ataupun mengingat, fungsi otak kita akan menurun dikarenakan otak mengalami kelelahan yang disebabkan kekurangan energy.
          Ketika kita menguap tidak hanya otot rahang yang bekerja, namun ada otot-otot lain yang ikut serta menunjang, yaitu semua otot pada tubuh kita mulai dari otot kaki hingga tangan. Dengan menggerakan otot pada ujung kaki sampai otak lalu merelakskannya, menghembuskan nafas, menarik nafas, lalu menghembuskannya akan membuat : (1)  aliran darah kembali lancar sehingga otak dapat dialiri oleh darah dengan lancar dan merasa cukup dengan oksigen yang dibawa oleh darah, (2) memperlancar sirkulasi energy tubuh, (3) meningkatkan kandungan oksigen dalam tubuh khususnya pada otak, (4) memberikan tenaga pada otak.
          Setelah otak kembali segar dengan kembali normalnya suplai oksigen dan energy maka otak akan kembali bekerja dengan baik. Perlu dicatat bahwa dalam bekerja, otak tidak boleh terus menerus, otak juga perlu istirahat agar fungsi otak tetap stabil tidak mengalami penurunan.



Daftar Pustaka
Tynan, Bernadette. 2005. Melatih Anak Berpikir Seperti Jenius : Menemukan dan Mengembangkan Bakat yang Ada pada Setiap Anak. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Manis, Hoeda. 2010. Learning is Easy : Tips dan Panduan Praktis Agar Belajar Jadi Asyik, Efektif, dan Menyenangkan. Jakarta : Gramedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar