Kamis, 25 Desember 2014



Nama          : Imas Nur Solehah
NIM             : G1D014016

BUNYI YANG NIKMAT NAMUN MEMALUKAN : BERSENDAWA

          Saat berkumpul dengan teman atau keluarga atau berkumpul dengan orang-orang yang membuat kita nyaman merupakan hal yang membuat kita tak mau beranjak pergi dari suasana tersebut. Hal yang sebenarnya tidak lucu namun tawa yang berlebihan ini sering muncul seperti seorang yang sedang melihat panggung komedi. Hal yang sebenarnya tidak penting diperbincangkan malah menjadi sebuah trending topic. Semua itulah kenyamanan kebersamaan. Tetapi kenyamanan itu suatu ketika akan membuat orang yang disekitar merasa tidak nyaman hanya karena salah satu dari kerumunan tersebut secara tidak sengaja mengeluarkan bunyi yang disebabkan oleh gas dari tubuh kita, misal saja bersendawa. Coba bayangkan jika kita bersendawa disekitar kerumunan maka kita akan malu, kita menjadi pusat perhatian dan orang yang disekitar kita juga akan malu karena menjadi pusat perhatian.
          Bersendawa didepan umum membuat malu karena bunyi dari tubuh kita. Meski kentut menempati urutan teratas, Bersendawa dalam medis adalah eruktasi yang sebenarnya hanyalah pengeluaran gas dari perut. Ketika bersendawa terpikirkah dibenak kalian mengapa bersendawa ini dapat menghasilkan bunyi yang cukup keras?. Banyak orang beranggapan bersendawa merupakan pertanda bahwa perut kita sudah merasa kenyang karena makanan. Namun sebenarnya bersendawa merupakan respons tubuh kita agar udara yang sudah banyak diperut kita bisa dikeluarkan.
          Jika melihat dari proses pencernaan sebenarnya tidak ada secara spesifik proses masuknya udara kedalam perut. Yang diketahui secara umum adalah udara masuk kesalurann pernafasan. Jika dikaji lebih dalam teryata ketika memasukan makanan kedalam mulut maka udara juga ikut masuk. Pada saluran pernafasan ini secara umum hidung adalah organ pernafasan yang berguna untuk menghirup udara, tetapi ketika hidung mengalami gangguan maka organ pernafasan hidung dapat digantikan oleh mulut. Alasan ini yang dapat membuktikan kenapa disaat kita makan udara juga ikut serta masuk.
          Mungkin sudah banyak yang tahu tentang ilmu yang mengajarkan bahwa mengisi lambung kita dengan sepertiga makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara. Sepertiga udara ini dapat masuk secara tidak berlebihan karena ada pengaturan dari organ pencernaan kita yaitu esophagus. Esofagus pada setiap ujungnya memiliki sfingter. Sfingter dibagian atas adalah sfingter paringoesofagus, dan sfingter esophagus bawah adalah sfingter gastroesofagus. Sfingter faringoesophagus inilah yang mengontrol besar kecilnya udara yang masuk. Karena esophagus yang terpajan ketekanan intrapleura sub atmosfer akibat aktivitas pernapasan maka terbentuk gradient tekanan antar atmosfer dan esophagus. Kecuali sewaktu menelan. Sfingter faringoesofagus menjaga pintu masuk ke esophagus selalu tertutup untuk mencegah masuknya udara dalam jumlah besar kedalam esophagus dan lambung sewaktu bernafas. Udara hanya diarahkan ke dalam saluran nafas. Jika tidak, maka saluran cerna akan menerima banyak gas, yang dapat menimbulkan sendawa. Sewaktu menelan, sfingter ini terbuka dan memungkinkan bolus masuk kedalam esophagus. Setelah bolus berada didalam esophagus, sfingter faringoesofagus akan menutup.
          Bagi kebanyakan orang bersendawa memang tidak berbahaya yang merupakan proses pengeluaran udara yang berlebihan yang terperangkap dislauran pencernaan kita. Memang normal saja bersendawa tiga sampai empat kali setelah makan. Namun jika bersendawa ini dilakukan terlalu sering diluar kemauan kita, itu menandakan kita terlalu banyak minum minuman berkarbonasi, terlalu lama mengunyah permen karet, dan makan terlalu cepat. Bersendawa berlebihan juga dapat menandakan bahwa adanya alergi terhadap makanan tertentu.


Daftar Pustaka
Liebmann, Juan dan Egan, Jaquilena Nardi. 2008. Bodi Sign. Jakarta Selatan : Cahaya Intan Suci
Sherwood, Lauralee. 2013. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Ed. 6. Jakarta :EGC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar