Nama : Imas
Nur Solehah
NIM : G1D014016
BUNYI
YANG NIKMAT NAMUN MEMALUKAN : BERSENDAWA
Saat berkumpul dengan teman atau keluarga atau berkumpul
dengan orang-orang yang membuat kita nyaman merupakan hal yang membuat kita tak
mau beranjak pergi dari suasana tersebut. Hal yang sebenarnya tidak lucu namun
tawa yang berlebihan ini sering muncul seperti seorang yang sedang melihat
panggung komedi. Hal yang sebenarnya tidak penting diperbincangkan malah menjadi
sebuah trending topic. Semua itulah kenyamanan kebersamaan. Tetapi kenyamanan
itu suatu ketika akan membuat orang yang disekitar merasa tidak nyaman hanya
karena salah satu dari kerumunan tersebut secara tidak sengaja mengeluarkan
bunyi yang disebabkan oleh gas dari tubuh kita, misal saja bersendawa. Coba bayangkan
jika kita bersendawa disekitar kerumunan maka kita akan malu, kita menjadi
pusat perhatian dan orang yang disekitar kita juga akan malu karena menjadi
pusat perhatian.
Bersendawa didepan umum membuat malu karena bunyi dari
tubuh kita. Meski kentut menempati urutan teratas, Bersendawa dalam medis
adalah eruktasi yang sebenarnya hanyalah pengeluaran gas dari perut. Ketika
bersendawa terpikirkah dibenak kalian mengapa bersendawa ini dapat menghasilkan
bunyi yang cukup keras?. Banyak orang beranggapan bersendawa merupakan pertanda
bahwa perut kita sudah merasa kenyang karena makanan. Namun sebenarnya
bersendawa merupakan respons tubuh kita agar udara yang sudah banyak diperut
kita bisa dikeluarkan.
Jika melihat dari proses pencernaan sebenarnya tidak ada
secara spesifik proses masuknya udara kedalam perut. Yang diketahui secara umum
adalah udara masuk kesalurann pernafasan. Jika dikaji lebih dalam teryata ketika
memasukan makanan kedalam mulut maka udara juga ikut masuk. Pada saluran
pernafasan ini secara umum hidung adalah organ pernafasan yang berguna untuk menghirup udara,
tetapi ketika hidung mengalami gangguan maka organ pernafasan hidung dapat
digantikan oleh mulut. Alasan ini yang dapat membuktikan kenapa disaat kita
makan udara juga ikut serta masuk.
Mungkin sudah banyak yang tahu tentang ilmu yang
mengajarkan bahwa mengisi lambung kita dengan sepertiga makanan, sepertiga air,
dan sepertiga udara. Sepertiga udara ini dapat masuk secara tidak berlebihan
karena ada pengaturan dari organ pencernaan kita yaitu esophagus. Esofagus pada
setiap ujungnya memiliki sfingter. Sfingter dibagian atas adalah sfingter
paringoesofagus, dan sfingter esophagus bawah adalah sfingter gastroesofagus. Sfingter
faringoesophagus inilah yang mengontrol besar kecilnya udara yang masuk. Karena
esophagus yang terpajan ketekanan intrapleura sub atmosfer akibat aktivitas
pernapasan maka terbentuk gradient tekanan antar atmosfer dan esophagus.
Kecuali sewaktu menelan. Sfingter faringoesofagus menjaga pintu masuk ke
esophagus selalu tertutup untuk mencegah masuknya udara dalam jumlah besar
kedalam esophagus dan lambung sewaktu bernafas. Udara hanya diarahkan ke dalam
saluran nafas. Jika tidak, maka saluran cerna akan menerima banyak gas, yang
dapat menimbulkan sendawa. Sewaktu menelan, sfingter ini terbuka dan
memungkinkan bolus masuk kedalam esophagus. Setelah bolus berada didalam
esophagus, sfingter faringoesofagus akan menutup.
Bagi kebanyakan orang bersendawa memang tidak berbahaya
yang merupakan proses pengeluaran udara yang berlebihan yang terperangkap
dislauran pencernaan kita. Memang normal saja bersendawa tiga sampai empat kali
setelah makan. Namun jika bersendawa ini dilakukan terlalu sering diluar
kemauan kita, itu menandakan kita terlalu banyak minum minuman berkarbonasi,
terlalu lama mengunyah permen karet, dan makan terlalu cepat. Bersendawa
berlebihan juga dapat menandakan bahwa adanya alergi terhadap makanan tertentu.
Daftar Pustaka
Liebmann,
Juan dan Egan, Jaquilena Nardi. 2008. Bodi Sign. Jakarta Selatan : Cahaya Intan
Suci
Sherwood,
Lauralee. 2013. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Ed. 6. Jakarta :EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar