Nama : Imas Nur Solehah
NIM :
G1D014016
KOREKSI
MIOPIA, HIPERMETROPIA, DAN PRESBIOPIA
Mata
merupakan indra penglihatan yang tugasnya sangat penting bagi kehidupan
manusia. Dimana mata ini sebagai organ indra berfungsi untuk melihat, ketika
melihat maka memori dari hasil penglihatan akan dibawa ke otak. Bayangkan saja
jika organ mata kita tidak berrfungsi bahkan buta, kata orang puitis maka tidak
dapat melihat indahnya dunia, sehingga tidak ada memori yang dihasilakan mata.
Tidak hanya karena buta memori penglihatan akan hilang, namun bisa juga
dipengaruhi oleh gangguan mata.
Gangguan
mata ini dapat dikarenakan kurangnya nutrisi untuk mata atau posisi jarak mata
yang tidak sesusai ketika meliahat. Gangguan yang disebabkan hal tersebut dapa
berupa myopia, hipermetropia, presbiopia.
Miopia
atau rabun jauh merupakan mata yang tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang
jaraknya jauh. Cacat mata ini terjadi karena bola mata terlalu cembung dan
tidak dapat memipih, sehingga menyebabkan bayangan benda yang terbentuk jatuh
di depan retina. Pada mata myopia, kemampuan melihat dekat dan jauh terganggu
yang disebakan oleh letak punktum proksimum dan punktum remotum yang terlalu dekat.
Pada
penderita mata myopia dapat dikoreksi dengan lensa kacamata yang negative atau
divergen untuk menggerakan bayangan lebih dekat ke mata daripada benda
sesungguhnya.
Hipermetropia
atau rabun dekat adalah cacat mata yang dialami seseorang dimana si penderita
tidak dapat melihat jelas benda dekat. Rabun dekat ini terjadi karena bola mata
terlalu pipih sehingga bayangan jatuh di belakang retina
Pada
penderita mata hipermetropia dapat dikoreksi dengan lensa kacamata yang
positive atau konvergen untuk menggerakan bayangan lebih jauh ke mata daripada
benda sesungguhnya.
Presbiopia atau mata tua disebabkan karena daya
akomodasi lensa mata tak bekerja dengan baik akibatanya lensa mata tidak dapat
menfokuskan cahaya ke titik kuning dengan tepat, sehingga mata tidak bisa
melihat yang jauh maupun dekat.
Pada
penderita mata presbiopia dapat dikoreksi dengan lensa kacamata yang yang
berisi lensa plus (+) dan minus (-).
Lensa
untuk koreksi penglihatan biasanya dijelaskan dalam daya (power), yang
didefinisikan sebagai kebalikan panjang focus yang dinyatakan dalam meter.
Satuan daya adalah diopter.
Daftar Pustaka
James,
Bruce; Chew, Crhis; Bron, Anthony. 2006. Lecture Notes : Oftalmologi. Jakarta :
Erlangga




Tidak ada komentar:
Posting Komentar