Kamis, 25 Desember 2014

Koreksi Mata Miopi, Hipermetropi, dan Presbiopi



Nama : Imas Nur Solehah
NIM  : G1D014016

KOREKSI MIOPIA, HIPERMETROPIA, DAN PRESBIOPIA

          Mata merupakan indra penglihatan yang tugasnya sangat penting bagi kehidupan manusia. Dimana mata ini sebagai organ indra berfungsi untuk melihat, ketika melihat maka memori dari hasil penglihatan akan dibawa ke otak. Bayangkan saja jika organ mata kita tidak berrfungsi bahkan buta, kata orang puitis maka tidak dapat melihat indahnya dunia, sehingga tidak ada memori yang dihasilakan mata. Tidak hanya karena buta memori penglihatan akan hilang, namun bisa juga dipengaruhi oleh gangguan mata.
          Gangguan mata ini dapat dikarenakan kurangnya nutrisi untuk mata atau posisi jarak mata yang tidak sesusai ketika meliahat. Gangguan yang disebabkan hal tersebut dapa berupa myopia, hipermetropia, presbiopia.
          Miopia atau rabun jauh merupakan mata yang tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang jaraknya jauh. Cacat mata ini terjadi karena bola mata terlalu cembung dan tidak dapat memipih, sehingga menyebabkan bayangan benda yang terbentuk jatuh di depan retina. Pada mata myopia, kemampuan melihat dekat dan jauh terganggu yang disebakan oleh letak punktum proksimum dan punktum remotum  yang terlalu dekat.


          Pada penderita mata myopia dapat dikoreksi dengan lensa kacamata yang negative atau divergen untuk menggerakan bayangan lebih dekat ke mata daripada benda sesungguhnya.

          Hipermetropia atau rabun dekat adalah cacat mata yang dialami seseorang dimana si penderita tidak dapat melihat jelas benda dekat. Rabun dekat ini terjadi karena bola mata terlalu pipih sehingga bayangan jatuh di belakang retina

          Pada penderita mata hipermetropia dapat dikoreksi dengan lensa kacamata yang positive atau konvergen untuk menggerakan bayangan lebih jauh ke mata daripada benda sesungguhnya.


        

         Presbiopia atau mata tua disebabkan karena daya akomodasi lensa mata tak bekerja dengan baik akibatanya lensa mata tidak dapat menfokuskan cahaya ke titik kuning dengan tepat, sehingga mata tidak bisa melihat yang jauh maupun dekat.
          Pada penderita mata presbiopia dapat dikoreksi dengan lensa kacamata yang yang berisi lensa plus (+) dan minus (-).


          Lensa untuk koreksi penglihatan biasanya dijelaskan dalam daya (power), yang didefinisikan sebagai kebalikan panjang focus yang dinyatakan dalam meter. Satuan daya adalah diopter.



Daftar Pustaka
James, Bruce; Chew, Crhis; Bron, Anthony. 2006. Lecture Notes : Oftalmologi. Jakarta : Erlangga

Mengapa Mengantuk Menyebabkan Menguap?



Nama        : Imas Nur Solehah
NIM           : G1D014016

MENGUAP TANDA MENGANTUK?

          Ketika kita harus monoton dengan sikap diam maka yang akan terjadi adalah perasaan bosan. Dengan adanya perasaan bosan ini maka orang akan melakukan kegiatan yang sekiranya dapat membuang rasa bosan. Namun jika rasa bosan itu muncul pada saat kondisi dimana kita harus tetap monoton diam memperhatikan seperti pada saat mendengarkan pelajaran, dan belajar. Ketika focus menurun untuk memperhatiakan maka akan timbul rasa bosan, rasa bosan yang tetap dibiarkan maka lama kelamaan kita akan sering menguap.
          Menguap pada kebanyakan pendapat orang merupakan pertanda ingin tidur atau mengantuk. Namun sebenarnya menguap terjadi karena kekurangan suplai oksigen yamg dibawa oleh darah ke otak. Biasanya mengantuk ini timbul ketika dalam posisi tidak tegak, seperti disaat duduk. Terkadang banyak orang yang tidak mengatur posisi duduknya. Ketika kita duduk dalam posisi yang tidak tegak atau sedikit menunduk maka akan mempengaruhi proses aliran darah yang akan menuju ke otak. Namun ketika kita dapat memposisikan duduk kita yang tegak, posisi duduk ini bukan posisi duduk yang kaku, namun posisi duduk yang rileks, sesekali boleh mengganti posisi duduk menyandar atau menunduk, namun jangan dilakukan terlalu lama. Hal ini dilakukan agar dapat memperlancar jalannya aliran darah yang membawa oksigen ke otak, sehingga otak akan kembali segar.
          Ketika kita merasa bosan maka akan timbul rasa mengantuk lalu akan terjadi menguap. Menguap ini merupakan respon otak yang kekurangan suplai oksigen. Ketika kekurangan oksigen maka otak sebagai pusat pengaturan akan mengirimkan pesan bahwa otak sedang mengalami kekurangan oksigen, sehingga otak memerintahkan untuk menguap. Pada saat kita menguap rahang kitalah yang bergerak, hal ini dikarenakan otot rahang merupakan otot yang paling mudah dirangsang oleh otak untuk mendaptkan energy yaitu berupa suplai oksigen. Selain itu cara tercepat untuk otak agar dapat mendapatkan oksigen yaitu dengan menggerakan otot rahang, sehingga darah dapat dipompa dengan normal.
          Hanya otak kita yang mengetahui kecukupan energy yang berupa oksigen yang masuk ke otak. Ketika otak belum merasa cukup degan oksigen yang telah diberi maka otak akan terus memerintahkan kita untuk menguap tanpa ada rasa malu. Namun ketika otak telah merasa cukup dengan suplai oksigen maka kita akan berhenti menguap. Hal inilah yang membuat kita ketika sedang merasa mengantuk maka untuk melakukan kegiatan berpikir ataupun mengingat, fungsi otak kita akan menurun dikarenakan otak mengalami kelelahan yang disebabkan kekurangan energy.
          Ketika kita menguap tidak hanya otot rahang yang bekerja, namun ada otot-otot lain yang ikut serta menunjang, yaitu semua otot pada tubuh kita mulai dari otot kaki hingga tangan. Dengan menggerakan otot pada ujung kaki sampai otak lalu merelakskannya, menghembuskan nafas, menarik nafas, lalu menghembuskannya akan membuat : (1)  aliran darah kembali lancar sehingga otak dapat dialiri oleh darah dengan lancar dan merasa cukup dengan oksigen yang dibawa oleh darah, (2) memperlancar sirkulasi energy tubuh, (3) meningkatkan kandungan oksigen dalam tubuh khususnya pada otak, (4) memberikan tenaga pada otak.
          Setelah otak kembali segar dengan kembali normalnya suplai oksigen dan energy maka otak akan kembali bekerja dengan baik. Perlu dicatat bahwa dalam bekerja, otak tidak boleh terus menerus, otak juga perlu istirahat agar fungsi otak tetap stabil tidak mengalami penurunan.



Daftar Pustaka
Tynan, Bernadette. 2005. Melatih Anak Berpikir Seperti Jenius : Menemukan dan Mengembangkan Bakat yang Ada pada Setiap Anak. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Manis, Hoeda. 2010. Learning is Easy : Tips dan Panduan Praktis Agar Belajar Jadi Asyik, Efektif, dan Menyenangkan. Jakarta : Gramedia


Nama          : Imas Nur Solehah
NIM             : G1D014016

BUNYI YANG NIKMAT NAMUN MEMALUKAN : BERSENDAWA

          Saat berkumpul dengan teman atau keluarga atau berkumpul dengan orang-orang yang membuat kita nyaman merupakan hal yang membuat kita tak mau beranjak pergi dari suasana tersebut. Hal yang sebenarnya tidak lucu namun tawa yang berlebihan ini sering muncul seperti seorang yang sedang melihat panggung komedi. Hal yang sebenarnya tidak penting diperbincangkan malah menjadi sebuah trending topic. Semua itulah kenyamanan kebersamaan. Tetapi kenyamanan itu suatu ketika akan membuat orang yang disekitar merasa tidak nyaman hanya karena salah satu dari kerumunan tersebut secara tidak sengaja mengeluarkan bunyi yang disebabkan oleh gas dari tubuh kita, misal saja bersendawa. Coba bayangkan jika kita bersendawa disekitar kerumunan maka kita akan malu, kita menjadi pusat perhatian dan orang yang disekitar kita juga akan malu karena menjadi pusat perhatian.
          Bersendawa didepan umum membuat malu karena bunyi dari tubuh kita. Meski kentut menempati urutan teratas, Bersendawa dalam medis adalah eruktasi yang sebenarnya hanyalah pengeluaran gas dari perut. Ketika bersendawa terpikirkah dibenak kalian mengapa bersendawa ini dapat menghasilkan bunyi yang cukup keras?. Banyak orang beranggapan bersendawa merupakan pertanda bahwa perut kita sudah merasa kenyang karena makanan. Namun sebenarnya bersendawa merupakan respons tubuh kita agar udara yang sudah banyak diperut kita bisa dikeluarkan.
          Jika melihat dari proses pencernaan sebenarnya tidak ada secara spesifik proses masuknya udara kedalam perut. Yang diketahui secara umum adalah udara masuk kesalurann pernafasan. Jika dikaji lebih dalam teryata ketika memasukan makanan kedalam mulut maka udara juga ikut masuk. Pada saluran pernafasan ini secara umum hidung adalah organ pernafasan yang berguna untuk menghirup udara, tetapi ketika hidung mengalami gangguan maka organ pernafasan hidung dapat digantikan oleh mulut. Alasan ini yang dapat membuktikan kenapa disaat kita makan udara juga ikut serta masuk.
          Mungkin sudah banyak yang tahu tentang ilmu yang mengajarkan bahwa mengisi lambung kita dengan sepertiga makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara. Sepertiga udara ini dapat masuk secara tidak berlebihan karena ada pengaturan dari organ pencernaan kita yaitu esophagus. Esofagus pada setiap ujungnya memiliki sfingter. Sfingter dibagian atas adalah sfingter paringoesofagus, dan sfingter esophagus bawah adalah sfingter gastroesofagus. Sfingter faringoesophagus inilah yang mengontrol besar kecilnya udara yang masuk. Karena esophagus yang terpajan ketekanan intrapleura sub atmosfer akibat aktivitas pernapasan maka terbentuk gradient tekanan antar atmosfer dan esophagus. Kecuali sewaktu menelan. Sfingter faringoesofagus menjaga pintu masuk ke esophagus selalu tertutup untuk mencegah masuknya udara dalam jumlah besar kedalam esophagus dan lambung sewaktu bernafas. Udara hanya diarahkan ke dalam saluran nafas. Jika tidak, maka saluran cerna akan menerima banyak gas, yang dapat menimbulkan sendawa. Sewaktu menelan, sfingter ini terbuka dan memungkinkan bolus masuk kedalam esophagus. Setelah bolus berada didalam esophagus, sfingter faringoesofagus akan menutup.
          Bagi kebanyakan orang bersendawa memang tidak berbahaya yang merupakan proses pengeluaran udara yang berlebihan yang terperangkap dislauran pencernaan kita. Memang normal saja bersendawa tiga sampai empat kali setelah makan. Namun jika bersendawa ini dilakukan terlalu sering diluar kemauan kita, itu menandakan kita terlalu banyak minum minuman berkarbonasi, terlalu lama mengunyah permen karet, dan makan terlalu cepat. Bersendawa berlebihan juga dapat menandakan bahwa adanya alergi terhadap makanan tertentu.


Daftar Pustaka
Liebmann, Juan dan Egan, Jaquilena Nardi. 2008. Bodi Sign. Jakarta Selatan : Cahaya Intan Suci
Sherwood, Lauralee. 2013. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Ed. 6. Jakarta :EGC

Rabu, 24 Desember 2014

Mekanisme Tersedak



Nama : Imas Nur Solehah
NIM  : G1D014016

MAKAN SAMBIL BICARA MENYEBABKAN TERSEDAK

          Jika kita mendengar kata ‘ngerumpi’ pasti sudah sangat bising ditelinga kita. Kita mendapati hoby ngerumpi ini tak kenal tempat dan tak kenal waktu. Bahkan banyak dijumpai pada jamuan makan hoby ngerumpi ini. Padahal adab makan telah diketahui oleh banyak orang. Apalagi sebagai orang Indonesia yang kental sekali dengan budaya sopan santun tentunya adab makan sudah membudidaya diperilaku. Adab makan ini diantaranya makan tidak boleh sambil berdiri, makan pakai tangan kanan, makan tidak boleh sambil bicara. Semua adab tersebut diajarkan tidak hanya sebagai hal yang pantas dilihat. Semua adab tersebut memiliki fungsi yang bermanfaat bagi kesehatan. Makan sambil berbicara merupakan salah satu adab makan yang sangat mempengaruhi kesehatan.
Ketika makan dibarengi dengan bicara maka sistem organ dalam tubuh kita bekerja 2 sistem sekaligus secara bersamaan, yaitu sistem pernafasan dan sistem pencernaan. Dimana ketika makan maka ada proses menelan. Ketika menelan secara singkat kita melakukan proses menahan nafas agar bolus atau makanan dapat masuk ke organ yang sesuai yaitu organ pencernaan, namun ketika makan dibarengi dengan berbicara maka bernafas dan menelan akan dilakukan secara bersamaan sehingga menimbulkan tersedak.
          Tersedak adalah gerakan refleks untuk mengeluarkan kembali benda atau makanan yang masuk ke saluran pernapasan. Namun, mekanisme menelan dan bemapas ini telah diatur sedemikian rupa oleh katup epiglottis. Proses menelan ini dibagi menjadi tahap orofaring dan tahap esophagus. Tahap orofaring terdiri dari pemindahan bolus dari mulut melalui faring untuk masuk ke esophagus. Ketika masuk ke faring, bolus makanan harus diarahkan kedalam esophagus dan dicegah untuk masuk ke lubang-lubang lain yang berhubungan dengan faring.

Dengan kata lain, makanan harus dijaga agar tidak masuk kembali kemulut, masuk kesaluran hidung, atau masuk ke trakea. Semua ini diatur oleh aktifitas-aktifas terkoordinasi berikut : (1) Posisi lidah yang menekan langit-langit menjaga agar makan tidak masuk kembali kemulut sewaktu menelan. (2) Uvula terangkat dan menekan bagian belakang tenggorokan, menutup saluran hidung dari faring sehingga makanan tidak masuk kehidung. (3) Makanan dicegah masuk ketrakea teruatama oleh elevasi laring dan penutupan erat pita suara di pintu masuk laring atau glottis. Bolus juga mendorong suatu lipatan kecil jaringan tulang rawan (epligotis) menutupi glottis sebagai proteksi tambahan agar makanan tidak masuk kesaluran napas. (4) Ketika menelan yang dibebarengi dengan bicara maka epligotis yang bertugas menutup ketika menelan akan terbuka, sehingga bolus akan masuk kesaluran pernafasan yaitu hidung.
          Tersedak memang mekanisme yang tidak terlalu bahaya. Namun itu tergantung dari besar bolus yang menyebabkan tersedak. Banyak kasus kematian yang disebabkan oleh tersedak. Hal ini dikarenakan bolus yang menyumbat saluran pernafasan, jika bolus yang masuk kesaluran pernafasan dan saluran tidak mampu mengeluarkan bolus tersebut maka udara yang seharusnya masuk kesaluran pernafasan akan menghambat menyebabkan rasa tercekik, sehingga terjadi gagal nafas.
          Penyebab tersedak sebenarnya tidak hanya dari makanan, bisa saja benda asing seperti biji buah, coin, atau benda yang berukuran cukup kecil yang mampu masuk kedalam mulut. Peristiwa ini sering dialami oleh bayi dan anak-anak. Ketika mereka menganggap benda tersebut adalah makanan sehingga para bayi dan anak-anak secara refleks menelan benda tersebut. Hal ini sangat fatal bagi mereka, karena akan menyebabkan kematian.
 


Daftar Pustaka
Sherwood, Slonane. 2013. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. ed.6. Jakarta : EGC