Senin, 03 November 2014

Reflective Essay



KUNJUNGAN KE MONUMEN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN


1.     Description
Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman atau biasa disebut monument Pangsar Jenderal Soedirman terletak di pintu masuk kota Purwokerto dari arah barat tepatnya di sebeah Timur Sungai Logawa Kecamatan Karanglewas. Pada hari Jumat tanggal 24 Oktober kami mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman melakukan kegiatan kunjungan ketempat tersebut. Kunjungan itu berguna untuk memotivasi para mahasiswa tentang sosok pahlawan Jenderal Soedirman. Monumen itu didirikan juga untuk mengenang jasa Jenderal Soedirman. Monumen Pangsar terdiri dari dua lantai, pada lantai bawah terdiri dari foto-foto perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, sedangkan pada lantai atas terdiri atas relief yang mengisahkan sejarah kemerdekaan Indonesia dan patung Jenderal Soedirman yang sedang duduk menunggangi patung kuda.

2.    Feelings
Mungkin banyak orang yang merasa bosan jika berkunjung ketempat sejarah, ataupun bahkan enggan menginjakan kakinya ketempat yang berisikan sejarah.  Namun tidak untuk pribadiku sendiri, saya sangat menikmati dengan kunjungan sejarah tersebut. Kunjungan sejarah tersebut membuat saya lebih merasa bersyukur hidup pada tahun setelah kemerdakaan ini. Selain itu saya juga merasa sangat berterima kasih pada pahlawan-pahlawan yang telah membuat kemerdekaan, sehingga tahun pada saat saya hidup saya tidak mencium bau peperangan.

3.    Evaluation
Kunjungan sejarah tersebut merupakan ajang untuk belajar yang penuh dengan kesenangan, bentuk belajar dengan outdoor memang lebih meresap keotak kita. Kunjungan sejarah ini sangat bermanfaat bagi saya dan bagi teman-teman lainnya, dengan ini kami jadi lebih berwawasan mengenai sejarah Jenderal Soedirman.

4.    Analysis
Untuk masuk kedalam monument pangsar, kami dibagi menjadi dua group. Hal ini dikarenakan agar kami lebih leluasa mendengarkan penjelasan pemandu wisata. Kunjungan yang dipandu oleh pemandu wisata membuat kami lebih paham dengan seluk beluk kehidupan Jenderal Soedirman, yang merupakan simbolis dari Universitas yang sedang saya geluti. Seperti halnya dalam proses belajar mengajar, ada saja mahasiswa yang hanya mengambil momen dengan berfoto-foto tanpa mendengarkan penjelasan pemandu wisata, dan ada yang merekam penjelasannya tanpa menuliskan diselembar kertas.

5.    Conclusion
Kunjungan sejarah ini tidak jauh berbeda dengan berwisata pada umumnya, yang menjadi momen utama adalah berfoto. Namun hal ini tidak mengurangi rasa nasionalisme kami, bahkan saya merasa sangat termotivasi dengan sosok sang Jenderal ini. “Dalam menghadapi keadaan yang bagaimanapun juga serta dalam menghadapi apapun juga jangan lengah, sebab kelengahan menimbulkan kelemahan dan kelemahan menimbulkan kekalahan sedang kekalahan menimbulkan penderitaan” (14 Agustus 1949) itulah kata-kata motivasi yang sangat menggeliat dihatiku.

6.    Action Plan
Bagi saya Jenderal Soedirman adalah sosok motivator yang tangguh, dalam keadaan sakitpun beliau mampu memimpin perang dengan strategi yang cerdas. Sebagai mahasiswa keperawatan, saya ingin mempunyai jiwa kepemimpinan seperti sang Jenderal, saya ingin mempunyai semangat membara seperti sang Jenderal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar