KUNJUNGAN KE MONUMEN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN
1. Description
Monumen
Panglima Besar Jenderal Soedirman atau biasa disebut monument Pangsar Jenderal
Soedirman terletak di pintu masuk kota Purwokerto dari arah barat tepatnya di sebeah
Timur Sungai Logawa Kecamatan Karanglewas. Pada hari Jumat tanggal 24 Oktober
kami mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman melakukan
kegiatan kunjungan ketempat tersebut. Kunjungan itu berguna untuk memotivasi
para mahasiswa tentang sosok pahlawan Jenderal Soedirman. Monumen itu didirikan
juga untuk mengenang jasa Jenderal Soedirman. Monumen Pangsar terdiri dari dua
lantai, pada lantai bawah terdiri dari foto-foto perjuangan Panglima Besar
Jenderal Soedirman, sedangkan pada lantai atas terdiri atas relief yang
mengisahkan sejarah kemerdekaan Indonesia dan patung Jenderal Soedirman yang
sedang duduk menunggangi patung kuda.
2. Feelings
Mungkin
banyak orang yang merasa bosan jika berkunjung ketempat sejarah, ataupun bahkan
enggan menginjakan kakinya ketempat yang berisikan sejarah. Namun tidak untuk pribadiku sendiri, saya
sangat menikmati dengan kunjungan sejarah tersebut. Kunjungan sejarah tersebut
membuat saya lebih merasa bersyukur hidup pada tahun setelah kemerdakaan ini.
Selain itu saya juga merasa sangat berterima kasih pada pahlawan-pahlawan yang
telah membuat kemerdekaan, sehingga tahun pada saat saya hidup saya tidak
mencium bau peperangan.
3. Evaluation
Kunjungan
sejarah tersebut merupakan ajang untuk belajar yang penuh dengan kesenangan,
bentuk belajar dengan outdoor memang lebih meresap keotak kita. Kunjungan
sejarah ini sangat bermanfaat bagi saya dan bagi teman-teman lainnya, dengan
ini kami jadi lebih berwawasan mengenai sejarah Jenderal Soedirman.
4. Analysis
Untuk
masuk kedalam monument pangsar, kami dibagi menjadi dua group. Hal ini
dikarenakan agar kami lebih leluasa mendengarkan penjelasan pemandu wisata. Kunjungan
yang dipandu oleh pemandu wisata membuat kami lebih paham dengan seluk beluk
kehidupan Jenderal Soedirman, yang merupakan simbolis dari Universitas yang
sedang saya geluti. Seperti halnya dalam proses belajar mengajar, ada saja
mahasiswa yang hanya mengambil momen dengan berfoto-foto tanpa mendengarkan
penjelasan pemandu wisata, dan ada yang merekam penjelasannya tanpa menuliskan
diselembar kertas.
5. Conclusion
Kunjungan
sejarah ini tidak jauh berbeda dengan berwisata pada umumnya, yang menjadi
momen utama adalah berfoto. Namun hal ini tidak mengurangi rasa nasionalisme
kami, bahkan saya merasa sangat termotivasi dengan sosok sang Jenderal ini. “Dalam
menghadapi keadaan yang bagaimanapun juga serta dalam menghadapi apapun juga
jangan lengah, sebab kelengahan menimbulkan kelemahan dan kelemahan menimbulkan
kekalahan sedang kekalahan menimbulkan penderitaan” (14 Agustus 1949) itulah
kata-kata motivasi yang sangat menggeliat dihatiku.
6. Action Plan
Bagi
saya Jenderal Soedirman adalah sosok motivator yang tangguh, dalam keadaan
sakitpun beliau mampu memimpin perang dengan strategi yang cerdas. Sebagai
mahasiswa keperawatan, saya ingin mempunyai jiwa kepemimpinan seperti sang
Jenderal, saya ingin mempunyai semangat membara seperti sang Jenderal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar