Jumat, 14 November 2014

Reflective Essay



SATU HARI SATU MALAM DI BAF (BATURADEN ADVENTURE FOREST)

1.        Description
Kegiatan outbond ke BAF yang sudah direncanakan oleh tutor Blok Character Building akhirnya terlaksana pada tanggal 31 Oktober 2014 sampai tanggal 1 November 2014. Saya dan teman-teman anak keperawatan angkatan 2014 Universitas Jenderal Soedirman berangkat dari kampus keperawatan menggunakan angkot hijau khas angkot pariwisata di Kota Purwokerto, walaupun tempat pariwisata yang kami kunjungi, bukan berarti kami berniat untuk berpariwisata. BAF ini merupakan objek wisata yang bercirikan alam atau bahkan masih berbentuk hutan, dari namanya saja sudah diartikan sebagai hutan. Mengapa para tutor memilih tempat ini sebagai sarana untuk belajar kami? Tempat ini berisikan sebuah permainan yang menguras kerjasama dan keberanian kita. Sehingga dari permainan ini maka pribadi kita perlahan akan terbentuk sifat berani dan kerjasama tim yang lihai.

2.       Feelings
Siapa yang tidak senang bila pergi berpariwisata bersama-sama, apalagi didalamnya hanya berisikan bermain-main saja. Bermain sambil belajar merupakan kegiatan yang sangat saya senangi, permainan-permainan didalamnya yang menggugah adrenaline membuat saya ingin kembali merasakan. Fliying fox yang panjangnya 150 meter dan tinggi ±16 meter sangat menguras keberanian saya, hanya kepercayaan terhadap kesedian alat yang mampu mengalahkan ketakutan.

3.       Evalution
Permainan yang menguras keberanian terkadang membuat nyali menjadi ciut, sehingga banyak teman saya yang berhenti dipertengahan permainan hanya karena tidak percaya dengan keberaniannya sendiri, namun hal itu tidak menghambat kegiatan yang lainnya. Selain itu dalam kegiatan outbond pasti ada kecelakaan ringan yang terjadi, dari sekian banyak mahasiswa yang mengikuti kegiatan outbond beberapa dari mereka ada yang cidera karena kurang berhati-hati.

4.       Analysis
Tentunya sudah ada persiapan dan pelayanan yang maximal dari pihak BAF untuk menanggulangi hal yang biasanya terjadi. Kegiatan yang dilaksanakan satu hari satu mala mini sudah dipersiapkan dengn matang oleh pihak BAF. Diawal pertemuan kami telah disambut dengan suasana hangat, diawali dengan perkenalan dan pembagian kelompok menjadi 4 kelompok. Dari 4 kelompok itu disuguhkan satu persatu permainan, permainan tersebut berjumlah sesuai dengan pembagian kelompok. Permainannya yaitu pertama memindahkan ring dari bambu satu kebambu yang lain dengan jarak yang susah dicapai, permainan ini membutuhkan kerjasama tim. Permainan kedua yaitu Segitiga bambu yang ujungnya dikaitkan 7 tali, dimana tali tersebut dipegang oleh anggota kelompok yang tidak berada disegitiga bambu tersebut, segitiga bamboo tersebut ditunggangi oleh tu orang, dimana orang tersebut sebagai komando untuk dapat menggerakkan bamboo tersebut. Permainan itu membutuhkan komunikasi yang baik dari antar anggota kelompok, sedangkan permainan yang ketiga adalah jarring kepercayaan, dimana sebuah jarring yang dipegang kuat oleh anggota kelompoknya dan salah satu orang melompat dari atas dan harus ditangkap oleh jarring itu, permainan itu membutuhkan kepercayaan terhadap teman. Lalu permainan yang terakhir adalah permainan yang paling menguras adrenalin, dengan harus melewati jembatan kayu yang dibuat jarang jaraknya, lalu selanjutnya melewati sehelai tali dan diakhiri dengan fliying fox, permainan itu membutuhkan keberanian.

5.       Conclusion
Permainan yang disuguhkan kepada kami tidaklah tiada gunanya, semua permainan itu disisi lain memiliki pelajaran posotif, dimana kita secara perlahan akan tumbuh sifat kerjasama yang baik, komunikasi yang baik antar perorangan atau antar kelompok, kepercayaang terhadap relationship kita, dan menumbuhkan sifat keberanian juga. Sifat-sifat inilah yang membangun karakter kita.

6.       Action Plan
         Permainan yang membangun karakter ini sangat bermanfaat, karena kelak jika kita sudah masuk kedunia masyarakat social semua sifat itu akan bermanfaat. Dari permainan itu saya mendapatkan pelajaran yang sangat bermanfaat yang kelak akan saya pakai dalam dunia kerja.

Senin, 03 November 2014

Reflective Essay



KUNJUNGAN KE MONUMEN PANGLIMA BESAR JENDERAL SOEDIRMAN


1.     Description
Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman atau biasa disebut monument Pangsar Jenderal Soedirman terletak di pintu masuk kota Purwokerto dari arah barat tepatnya di sebeah Timur Sungai Logawa Kecamatan Karanglewas. Pada hari Jumat tanggal 24 Oktober kami mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman melakukan kegiatan kunjungan ketempat tersebut. Kunjungan itu berguna untuk memotivasi para mahasiswa tentang sosok pahlawan Jenderal Soedirman. Monumen itu didirikan juga untuk mengenang jasa Jenderal Soedirman. Monumen Pangsar terdiri dari dua lantai, pada lantai bawah terdiri dari foto-foto perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, sedangkan pada lantai atas terdiri atas relief yang mengisahkan sejarah kemerdekaan Indonesia dan patung Jenderal Soedirman yang sedang duduk menunggangi patung kuda.

2.    Feelings
Mungkin banyak orang yang merasa bosan jika berkunjung ketempat sejarah, ataupun bahkan enggan menginjakan kakinya ketempat yang berisikan sejarah.  Namun tidak untuk pribadiku sendiri, saya sangat menikmati dengan kunjungan sejarah tersebut. Kunjungan sejarah tersebut membuat saya lebih merasa bersyukur hidup pada tahun setelah kemerdakaan ini. Selain itu saya juga merasa sangat berterima kasih pada pahlawan-pahlawan yang telah membuat kemerdekaan, sehingga tahun pada saat saya hidup saya tidak mencium bau peperangan.

3.    Evaluation
Kunjungan sejarah tersebut merupakan ajang untuk belajar yang penuh dengan kesenangan, bentuk belajar dengan outdoor memang lebih meresap keotak kita. Kunjungan sejarah ini sangat bermanfaat bagi saya dan bagi teman-teman lainnya, dengan ini kami jadi lebih berwawasan mengenai sejarah Jenderal Soedirman.

4.    Analysis
Untuk masuk kedalam monument pangsar, kami dibagi menjadi dua group. Hal ini dikarenakan agar kami lebih leluasa mendengarkan penjelasan pemandu wisata. Kunjungan yang dipandu oleh pemandu wisata membuat kami lebih paham dengan seluk beluk kehidupan Jenderal Soedirman, yang merupakan simbolis dari Universitas yang sedang saya geluti. Seperti halnya dalam proses belajar mengajar, ada saja mahasiswa yang hanya mengambil momen dengan berfoto-foto tanpa mendengarkan penjelasan pemandu wisata, dan ada yang merekam penjelasannya tanpa menuliskan diselembar kertas.

5.    Conclusion
Kunjungan sejarah ini tidak jauh berbeda dengan berwisata pada umumnya, yang menjadi momen utama adalah berfoto. Namun hal ini tidak mengurangi rasa nasionalisme kami, bahkan saya merasa sangat termotivasi dengan sosok sang Jenderal ini. “Dalam menghadapi keadaan yang bagaimanapun juga serta dalam menghadapi apapun juga jangan lengah, sebab kelengahan menimbulkan kelemahan dan kelemahan menimbulkan kekalahan sedang kekalahan menimbulkan penderitaan” (14 Agustus 1949) itulah kata-kata motivasi yang sangat menggeliat dihatiku.

6.    Action Plan
Bagi saya Jenderal Soedirman adalah sosok motivator yang tangguh, dalam keadaan sakitpun beliau mampu memimpin perang dengan strategi yang cerdas. Sebagai mahasiswa keperawatan, saya ingin mempunyai jiwa kepemimpinan seperti sang Jenderal, saya ingin mempunyai semangat membara seperti sang Jenderal.