PHOTOVOICE
1.
Description
Pada
hari Jum’at tanggal 26 September 2014 di lapangan Keperawatan Universitas
Jenderal Soedirman presentasi photovoice group discussion dilaksanakan. Photovoice
group discussion ini berisikan 5 anak dan diberikan waktu 50 menit untuk group
tersebut mempresentasikan photovoicenya. Photovoice merupakan tugas yang
diberikan oleh salah satu dosen diblok IHPE. Tugas ini bertemakan perjuangan
orang tua dan profil orang sukses, dimana kita harus membawa beberapa lembar
foto yang mengandung makna sehingga melahirkan kisah. Berlembar foto ini
ditempel diatas selembar kertas dengan ukuran minimal A4 dan dihias sekreatif
dan semenarik mungkin. Seakan-akan foto tersebut dapat berbicara, dibuatlah
separagraf kisah yang ditulis disekililingnya.
2.
Feelings
Sebagai
mahasiswa biasanya tugas dosen menjadi kewajiban yang harus dikerjakan. Mau tidak mau, suka tidak suka, bisa tidak
bisa tugas yang diberikan harus dikerjakan, begitupun dengan tugas photovoice
tersebut. Awalanya saya pikir tugas tersebut tak ada gunanya, namun setelah
presentasi photovoice group discussion dilaksanakan saya jadi tau guna tugas
itu diberikan. Presentasi ini bersifat sensitive, mahasiswa diminta untuk
menceritakan kisah dari foto tersebut. Lega, bangga, nelangsa itu yang saya
rasakan ketika menceritakan kisah dari foto yang saya bawa.
3.
Evaluation
Menurut
saya photovoice ini mempunyai sisi positif. Photovoice ini seperti wadah untuk
tempat mahasiswa curhat, sehingga tidak ada beban yang mengganjal. Namun disisi
lain pasti ada mahasiswa yang enggan dan malu untuk bercerita mengenai hiruk
pikuk kehidupan orang tuanya, sehingga membuat mahasiswa tidak nyaman dan
terkesan tidak membanggakan orang tuanya sendiri.
4.
Analysis
Walaupun
ada salah satu dari kami yang merasa malu untuk bercerita tentang hidupnya
tidak menjadi hambatan dalam presentasi ini. Presentasi ini berjalan sesuai
alur. Berbagai macam ekpresi terlihat dari muka mereka. Hal ini membuktikan bahwa mereka menikmati
alur kegiatan tersebut. Kesedihan sampai menitik air mata merupakan hal yang
tak terduga oleh dosen kita.
5.
Conclusion
Sebaiknya
kita mengikuti aturan mainnya untuk menikmati kegiatan tersebut. Banggakan
dunia kita, dunia itu milikmu, dunia ini milikku. Tak usah hiraukan burung yang
berkicau disekeliling kita.
6.
Action Plan
Dengan
membanggakan dunia kita, itu tandanya kita membanggakan dunia orang tua kita.
Perjuangan membuat kita bahagia, itu yang perlu kita jadikan kisah indah dan
kisah motovasi kelak. Jadikan planning untuk dapat kita membalas perjuangan orang
tua kita. Ingin rasanya kelak bisa membalas rasa bahagia yang telah saya
rasakan ini. Kelak saya yang akan membuat orang tuaku bahagia karenaku.