Kamis, 02 Oktober 2014

Reflective essay



PHOTOVOICE

1.    Description
Pada hari Jum’at tanggal 26 September 2014 di lapangan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman presentasi photovoice group discussion dilaksanakan. Photovoice group discussion ini berisikan 5 anak dan diberikan waktu 50 menit untuk group tersebut mempresentasikan photovoicenya. Photovoice merupakan tugas yang diberikan oleh salah satu dosen diblok IHPE. Tugas ini bertemakan perjuangan orang tua dan profil orang sukses, dimana kita harus membawa beberapa lembar foto yang mengandung makna sehingga melahirkan kisah. Berlembar foto ini ditempel diatas selembar kertas dengan ukuran minimal A4 dan dihias sekreatif dan semenarik mungkin. Seakan-akan foto tersebut dapat berbicara, dibuatlah separagraf kisah yang ditulis disekililingnya.

2.   Feelings
Sebagai mahasiswa biasanya tugas dosen menjadi kewajiban yang harus dikerjakan.  Mau tidak mau, suka tidak suka, bisa tidak bisa tugas yang diberikan harus dikerjakan, begitupun dengan tugas photovoice tersebut. Awalanya saya pikir tugas tersebut tak ada gunanya, namun setelah presentasi photovoice group discussion dilaksanakan saya jadi tau guna tugas itu diberikan. Presentasi ini bersifat sensitive, mahasiswa diminta untuk menceritakan kisah dari foto tersebut. Lega, bangga, nelangsa itu yang saya rasakan ketika menceritakan kisah dari foto yang saya bawa.

3.   Evaluation
Menurut saya photovoice ini mempunyai sisi positif. Photovoice ini seperti wadah untuk tempat mahasiswa curhat, sehingga tidak ada beban yang mengganjal. Namun disisi lain pasti ada mahasiswa yang enggan dan malu untuk bercerita mengenai hiruk pikuk kehidupan orang tuanya, sehingga membuat mahasiswa tidak nyaman dan terkesan tidak membanggakan orang tuanya sendiri.

4.   Analysis
Walaupun ada salah satu dari kami yang merasa malu untuk bercerita tentang hidupnya tidak menjadi hambatan dalam presentasi ini. Presentasi ini berjalan sesuai alur. Berbagai macam ekpresi terlihat dari muka mereka.  Hal ini membuktikan bahwa mereka menikmati alur kegiatan tersebut. Kesedihan sampai menitik air mata merupakan hal yang tak terduga oleh dosen kita.

5.   Conclusion
Sebaiknya kita mengikuti aturan mainnya untuk menikmati kegiatan tersebut. Banggakan dunia kita, dunia itu milikmu, dunia ini milikku. Tak usah hiraukan burung yang berkicau disekeliling kita. 
6.   Action Plan
Dengan membanggakan dunia kita, itu tandanya kita membanggakan dunia orang tua kita. Perjuangan membuat kita bahagia, itu yang perlu kita jadikan kisah indah dan kisah motovasi kelak. Jadikan planning untuk dapat kita membalas perjuangan orang tua kita. Ingin rasanya kelak bisa membalas rasa bahagia yang telah saya rasakan ini. Kelak saya yang akan membuat orang tuaku bahagia karenaku.